Sampailah ke destinasi terakhir kita di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Masjid Jogokariyan. memiliki banyak aspek positif, terutama dalam hal kemandirian, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi manajemen. Masjid ini dikenal karena pengelolaan keuangan yang unik, yaitu saldo simpanan yang selalu nol, namun tetap mampu membiayai berbagai program sosial dan keagamaan. Selain itu, Masjid Jogokariyan juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program, seperti ATM beras dan bantuan modal usaha. Masjid ini juga dikenal karena penggunaan media sosial yang efektif untuk menyebarkan informasi dan kegiatan, serta penggunaan teknologi untuk meningkatkan layanan kepada jamaah.

Berikut beberapa aspek positif Masjid Jogokariyan:
Kemandirian Keuangan:
Masjid Jogokariyan berhasil menjadi masjid mandiri dengan pengelolaan keuangan yang inovatif, di mana saldo simpanan selalu nol, namun tetap mampu membiayai berbagai kegiatan dan program.
Pemberdayaan Ekonomi:
Masjid Jogokariyan memiliki berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti ATM beras, bantuan modal usaha, dan pelatihan keterampilan, sehingga warga sekitar dapat meningkatkan taraf hidup mereka.
Inovasi Manajemen:
Masjid Jogokariyan aktif mengadakan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, seperti buka puasa bersama, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penggunaan Teknologi:
Masjid Jogokariyan memanfaatkan teknologi, seperti media sosial dan website, untuk meningkatkan layanan kepada jamaah dan menjangkau masyarakat lebih luas.
Model Masjid Mandiri:
Masjid Jogokariyan menjadi contoh model masjid mandiri yang dapat dicontoh oleh masjid-masjid lain, baik di kampung, masjid nasional, maupun masjid besar lainnya.
Dari banyak tempat yang di kunjungi pada saat study tour semuanya memiliki manfaat yang sangat bagus untuk peserta didik. Para peserta didik juga diajarkan mandiri, disiplin dan bekerja sama . karena pada saat study tour kita harus tepat waktu untuk berangkat menuju tempat tempat wisata dan kita juga harus mandiri mengatur barang dan merapihkan barang yang dibawa masing masing peserta didik. Pada saat study tour juga kita tetap harus shalat lima waktu, walaupun sedang diluar peserta didik mencari masjid untuk shalat.
Penulis : Zaneta Nazhifah Mumtaz (Sekretaris OSIS)

