oleh Ibu Arni Rahmah Wasdili

Setiap hari di bulan Ramadhan adalah halaman baru dalam buku kehidupan kita. Halaman yang mendorong kita untuk menghapus kebiasaan buruk, menanam kebaikan baru, dan menulis kembali kisah yang lebih baik.
Pada 10 hari terakhir ramadhan ini siswa-siswi SMP Tulus kartika menjalani pesantren kilat ramadhan hari ke – 3, dimana 10 hari terakhir ini ditandai sebagai turunnya Lailatul Qadar (malam lebih baik dari 1000 bulan), pembebasan dari api neraka, dan waktu diijabahnya doa.
Dengan dilaksanakannya kegiatan pesantren kilat ramadhan ini, menjadi salah satu jalan untuk mengoptimalkan bulan ramadhan pada 10 hari terahir sebagai fase paling istimewa dalam bulan ramadhan.
Kegiatan shalat Dhuha dan tadarus bersama menjadi salah satu langkah dalam memaksimalkan ibadah, tidak terlewat juga para siswa-siswi mengikuti kajian yang disampaikan oleh Ibu Pipit Pitriani, S. Pd dengan tema kajian nabi Ulul Azmi sebagai teladan dalam beribadah.


Materi ke-2 disampaikan oleh Ibu Nur Fajriyyah, S. Ag yang bertema 10 sahabat nabi, dimana kajian ini membahas tentang keteguhan para sahabat nabi dalam membela dan menegakkan ajaran islam.
Tidak hanya itu kisah sahabat nabi juga dapat menjadi motivasi dan inspirasi kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Seperti Umar bin Khatab yang tegas, adil dan berwibawa tetapi tetap sederhana.
Contoh lainnya ialah Ali bin Abi Thalib yang cerdas, bijaksana dan rendah hati. Bulan ramadhan ini membawa pesan lembut: bahwa setiap luka ada penawarnya, setiap dosa ada pintu taubatnya, dan setiap hamba selalu punya ruang untuk kembali menjadi lebih baik. Semoga setiap goresan amal kita menjadi catatan indah di sisi Allah.
Dokumentasi: Arni Rahmah W, S. Pd (divisi dokumentasi sanlat)