{"id":1017,"date":"2025-04-24T08:58:59","date_gmt":"2025-04-24T08:58:59","guid":{"rendered":"https:\/\/smptk.tuluskartika.or.id\/?p=1017"},"modified":"2026-02-03T02:54:52","modified_gmt":"2026-02-03T02:54:52","slug":"kunjungan-ke-masjid-jogokariyan-sls-smp-tulus-kartika-banyak-belajar-dan-menemukan-hal-baru-yang-positif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smptk.tuluskartika.or.id\/?p=1017","title":{"rendered":"Kunjungan ke Masjid Jogokariyan. Wisata religi SMP Tulus Kartika"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sampailah ke destinasi terakhir kita di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Masjid Jogokariyan. memiliki banyak aspek positif, terutama dalam hal&nbsp;kemandirian, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi manajemen.&nbsp;Masjid ini dikenal karena pengelolaan keuangan yang unik, yaitu saldo simpanan yang selalu nol, namun tetap mampu membiayai berbagai program sosial dan keagamaan.&nbsp;Selain itu, Masjid Jogokariyan juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program, seperti ATM beras dan bantuan modal usaha.&nbsp;Masjid ini juga dikenal karena penggunaan media sosial yang efektif untuk menyebarkan informasi dan kegiatan, serta penggunaan teknologi untuk meningkatkan layanan kepada jamaah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"520\" height=\"381\" src=\"https:\/\/smptk.tuluskartika.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-29-at-2.21.44-PM.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1052\" style=\"width:513px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/smptk.tuluskartika.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-29-at-2.21.44-PM.jpeg 520w, https:\/\/smptk.tuluskartika.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-29-at-2.21.44-PM-300x220.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 520px) 100vw, 520px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut beberapa aspek positif Masjid Jogokariyan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kemandirian Keuangan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masjid Jogokariyan berhasil menjadi masjid mandiri dengan pengelolaan keuangan yang inovatif, di mana saldo simpanan selalu nol, namun tetap mampu membiayai berbagai kegiatan dan program.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pemberdayaan Ekonomi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masjid Jogokariyan memiliki berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti ATM beras, bantuan modal usaha, dan pelatihan keterampilan, sehingga warga sekitar dapat meningkatkan taraf hidup mereka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Inovasi Manajemen:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masjid Jogokariyan aktif mengadakan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, seperti buka puasa bersama, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penggunaan Teknologi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masjid Jogokariyan memanfaatkan teknologi, seperti media sosial dan website, untuk meningkatkan layanan kepada jamaah dan menjangkau masyarakat lebih luas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Model Masjid Mandiri:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masjid Jogokariyan menjadi contoh model masjid mandiri yang dapat dicontoh oleh masjid-masjid lain, baik di kampung, masjid nasional, maupun masjid besar lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari banyak tempat yang di kunjungi pada saat study tour semuanya memiliki manfaat yang sangat bagus untuk peserta didik. Para peserta didik juga diajarkan mandiri, disiplin dan bekerja sama . karena pada saat study tour kita harus tepat waktu untuk berangkat menuju tempat tempat wisata dan kita juga harus mandiri mengatur barang dan&nbsp; merapihkan barang yang dibawa masing masing peserta didik. Pada saat study tour juga kita tetap harus shalat lima waktu, walaupun sedang diluar peserta didik mencari masjid untuk shalat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis : Zaneta Nazhifah Mumtaz (Sekretaris OSIS)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"229\" height=\"250\" src=\"https:\/\/smptk.tuluskartika.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-03-14-at-12.48.17-PM-3.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-962\" style=\"width:227px;height:auto\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sampailah ke destinasi terakhir kita di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Masjid Jogokariyan. memiliki banyak aspek positif, terutama dalam hal&nbsp;kemandirian, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi manajemen.&nbsp;Masjid ini dikenal karena pengelolaan keuangan yang unik, yaitu saldo simpanan yang selalu nol, namun tetap mampu membiayai berbagai program sosial dan keagamaan.&nbsp;Selain itu, Masjid Jogokariyan juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1072,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-1017","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-studi-luar-sekolah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smptk.tuluskartika.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1017","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smptk.tuluskartika.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smptk.tuluskartika.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smptk.tuluskartika.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smptk.tuluskartika.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1017"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/smptk.tuluskartika.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1017\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1071,"href":"https:\/\/smptk.tuluskartika.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1017\/revisions\/1071"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smptk.tuluskartika.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1072"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smptk.tuluskartika.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1017"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smptk.tuluskartika.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1017"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smptk.tuluskartika.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1017"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}